MY IKLAN

SELAMAT DATANG DI DUNIA INSPIRASI YANG PENUH RASA

JIKA HALAMAN INI MERUPAKAN SEBUAH PINTU, DARI MANA SAJA BOLEH MASUK DEMI MEMBANGUN SILATURRAHMI FIKRI, JIKA JENDELA HALAMAN INI BAGAI DANAU SIAPA SAJA BOLEH MANDI DAN BERENANG BAHKAN JIKA HAUS BOLEH MINUM JIKA BISA MENJADI SEBUAH HIKMAH, KARENA HALAMAN INI DI PELIHARA DEMI SEBUAH RUMAH SENI SASTRA YANG INGIN JADI RUMAH PENGETAHUAN. SEMOGA YANG MAMPIR SELALU MENDAPAT KEINDAHAN




Sabtu, 19 Desember 2009

MENCARI SINAR PAGI YANG HILANG


baru aku sadari
dalam perantauan mencari hidupku ini
jatuh bangun masalahpun silih berganti
sehingga yang aku mengerti hanya tak ingin kehingan harga diri
ingin memberi yang berarti
tapi terasa tak mengerti harus diapakan sebatang raga ini
yang di tawarkan alam seakan terlalu sadis buat diri
tapi terpaksa aku biarkan laksana mentari
yang mesti pulang ke ufuk manghribi
aku disini tetap menunggu sinar mentari pagi
meski harus menepi dibalik fajar-fajar kehampaan diri
yang tak pernah usai terus dilanda sedih
jalanku bagai menapaki malam sepanjang hari
mengejar bintang aku terasa lelah di pagi hari
memanggil rembulan suaraku sampai menjadi lirih
rasa megeringpun terasa dalam tenggorokan perih dan letih
masih mungkinkah........!!!
masih adakah jalan terbata..........!!!
masih adakah waktu tersisa.........!!!
disini aku menanti sinar pagi yang indah
yang telah ku lukiskan dalam mimpi sepanjang masa

Kamis, 17 Desember 2009

RENUNGAN 1


marilah sejenak
kita gunakan pikiran
renungkan yang telah bisa kita lakukan
seberapa baik sebenarnya kita terhadap sesama
seberapa peduli kita terhadap semesta
ataukah kita telah tak seperti apapun dan siapa-siapa
bahkan tak sadar bahwa diri ini hanya rongsokan bangkai
yang terkadang sering merasa gagah dan bangga selalu ingin dipuja
bahkan tak sadar diri ini hanya bisa jadi podium kepentingan
diatas keinginan siapa dan untuk siapa pula
karena keegoisan itu telah memperhamba segala keinginan dalam rasa
mungkin sudah saatnya
sekarang kita menelaah orang-orang yang berjasa terhadap hidup kita
mungkin detik ini sudah waktunya
kita balas budi pada orang yang selalu memberi kepercayaan untuk kita
demi hari ini kita bisa meninggalkan kebencian
demi hari ini kita bisa membangun persaudaraan
demi hari ini kita bisa membangun persahabatan
demi hari ini kita bisa merasa bangga dalam perdamain
demi hari ini kita mengakui sebagai manusia hamba Allah
yang bisa ikhlas dalam menetapi istiqomah dalam kesabaran

Minggu, 13 Desember 2009

AKU BUTUH CINTA YANG LAIN


aku butuh cinta lain
meski cintaku padamu menancap dalam di jantung kalbuku
aku butuh cinta lain
meski kenangan bersamamu telah membuat aku terasa tak mampu
aku butuh cinta lain
meskipun aku terasa tak tega meninggalkanmu
aku butuh cinta lain
meski separuh jiwa seakan tersisa dalam dirimu
aku butuh cinta lain
meski kepercayaanku terasa membeku dalam keberadaanmu
aku butuh cinta lain
meski rasa sayang itu bagai gema takbir dalam beduk dadaku
aku butuh cinta lain
meski gerimis air matamu mungkin mesti terjatuh
aku butuh cinta lain
aku butuh cinta lain
aku butuh cinta lain
aku butuh cinta lain
karena percaya pada diri sendiri aku sudah terasa tak mampu
maafkan aku mungkin harus buat keputusan di jalan terakhirku
hanya karena aku merasa tak mampu membuat dirimu percayai aku
dalam keadaanku yang lemah
terlanjur menaruh rasa percaya padamu karena cinta
maafkanlah aku
mungkin telah suratan bagiku tinggalkan semuanya

GALAU


sampai detik ini langit tepat diatas kepalaku tampak mendung seraya menggambarkan runyam dalam galau segala firasatku yang tak menentu dan aku serasa semakin tak tahu mengapa hidupku terjerat keadaan yang tak bisa aku mengerti kenapa semua ini mesti aku alami.
tapi biarkanlah ku hamparkan tubuhku yang memang tak berharga ini pada kedinginan yang mengajakku pada keadaan lebur membaur dalam segala derita sehingga kabutpun memerkosa segala yang aku rasakan di antara cinta, luka tersiksa bahkan antara ada dan tiada.

Batu, Payung, 13-12-2009/00:15

Rabu, 09 Desember 2009

ZAMAN BERGESER KE ERA JAHILIYAH


nonton berita di televisi tiap detik
hati rasanya terusik dan berbisik
kebiadaban terjadi seakan merata
orang miskin nyaris kafir jadi korban keadaan yang nyata
sehingga menjadi buta peradaban dan etika
seakan sudah tak bisa dibendung
profesionalitas manusia bergeser ke era modern ala jahiliyah
memang hal ini telah di gambarkan dalam suatu hadis yang nyata
bahwa pada suatu masa:

Pemimpin seperti singa
Mentrinya seperti srigala
Penegak hukum mentalnya seperti anjing
Manusia bermental seperti binatang

mungkin semua itu telah terjadi hari ini
di balik kehancuran peradaban pemimpin
secara tak sadar kita telah hidup dalam kekejaman
mungkin inilah ala jahiliyah di zaman yang tanpa keadilan

Senin, 07 Desember 2009

Cukup Engkau Baca Saja Jangan Dieja


teramat sukar aku ceritakan pada kalian
teramat berat aku pendam dalam bayangan
terasa ingin kadang aku adukan
bahkan tapi terkadang juga ingin diabanggakan
sungguh bimbang
tak percaya menjadi tersiksa, merasa sebaliknya terasa sama saja
pasrah sama mereka saja terasa tak wajar
memaksapun terasa semakin kurang ajar
hanya diam senyum mungkin akan dianggap sebagai wayang
mengejar terus melawan terasa semuanya hanya semakin hambar
begini salah
begitu susah
talah demikian parah
sehingga demikian terasa tak bisa dimengerti
akupun juga tidak pernah tahu harus berbuat apa
tapi kenapa
seakan ada yang melarang aku bertanya pada mereka
ku coba biarkan saja terserah mereka
tapi kenapa kadang terasa tak rela
memang susah ya menjadi mereka
bahkan aku dan dirimu menjadi makna kita saja sudah tidak bisa
ya sudah lah..........
ambil hikmahnya saja
karena kita memang tercipta dari bentuk yang sama
salah dan berbeda itu memang hakikat kita sesungguhnya